Outing Class di Pabrik Karet Jelok Salatiga

Metode Pembelajaran secara langsung dari teori teori yang dipelajari dikelas.

Congratulation for the Winners

Juara Juara dari berbagai cabang lomba baik tingkat kecamatan dan Kabupaten.

KEMNAS KE 3 NASIONAL MALANG

Kemah Nasional yang diselenggarakan di Malang.

WISUDA UMMI

Metode Pembelajaran Alquran dengan tajwid benar dan fasih menggunakan metode UMMI

Pelatihan Guru bersama KPI Surabaya

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas guru dalam mengajar dan mengelola kelas.

Kamis, 20 April 2017

Ngaji Bareng Rutin

NGAJI BARENG SDIT Tetesaan airmataku berlinang dikelopak mataku. Semangat dan kemauan mereka begitu kuat. Tanggung jawab mereka mencari nafkah keluarga tidaklah menyurutkan semangat mereka belajar Alqur’an. Yah...Bapak dan Ibu semua, Adik Adik semua dan Pembaca GENIUS semua..itulah yang kurasakan ketika menyaksikan program NGAJI BARENG SDIT. program NGAJI BARENG SDIT ini diselenggarakan setiap hari Sabtu Pagi oleh team PAI dan para guru BTAQ yang bertujuan membantu para orangtua siswa untuk belajar Alqur’an. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain” Kita sebagai orangtua terkadang menginginkan anak anak kita untuk pandai membaca Alqur’an tetapi kita sendiri sebagai orangtua kesulitan dalam mengajari mereka. Kita sebagai orangtua berdalih “ Bapak/Ibu tidak bisa mengaji, kamu mengajilah....”, “ Kamu harus pintar membaca Alqur’an, jangan seperti Bapak/Ibu..” Kalimat kalimat seperti itu, mulai sekarang harus kita ubah. Dengan cara bagaimana?? Kita sebagai orangtua harus menyempatkan diri juga untuk belajar Alqur’an. Tidak ada kata terlambat untuk kita dalam belajar. Sangat banyak media, acara televisi dan pengajian pegajian dimasyarakat untuk membantu belajar alqur’an. Kalaupun kita terlalu repot, masih banyak orang orang yang melonggarkan waktunya untuk privat alqur’an dirumah. Begitu juga SDIT NURIS? Sekolah yang menjadikan sahabat anak anak kita dan juga partner para walimurid dalam mencetak generasi Sholih, telah menjalankan sebuah progam yang efektif untuk orangtua dalam belajar alqur’an. program NGAJI BARENG SDIT ini diselenggarakan setiap hari Sabtu Pagi oleh team PAI dan para guru BTAQ yang bertujuan membantu para orangtua siswa untuk belajar Alqur’an. Program ini diselenggarakan di masjid Sabilul Khoirot, tidak jauh dari SDIT Nuris. Mereka para orangtua yang memiliki waktu longgar sambil menunggu anak anaknya pulang, belajar Alqur’an bersama. Metode yang digunakan adalah metode warisan dari Bapak kita, mbah Kiyai Zaenal Mahmud yaitu metode Sorogan. Metode ini dianggap sangat baik karena selain komunikatif tapi juga efektif untk bisa membaca Alqur’an, khususnya dewasa dan orangtua. Semangat dan kemauan SDIT Nuris dalam bekerja sama dengan orantua dalam Mencetak Generasi Unggul Cerdas dan Sholih dibuktikan dengan program ini. Monggo Sesarengan Sinau Alqur’an.