Selasa, 19 Mei 2015

Pengaruh Media Televisi terhadap Pendidikan Anak



Pengaruh Media Televisi terhadap Pendidikan Anak
Oleh : Muhromin,S.Pd-Guru SDIT Nurul Islam

Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari hampir disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak remaja maupun orang dewasa sekalipun. Menonton acara televisi sebenarnya sangat baik bagi anak-anak, remaja dan orang dewasa, dengan catatan apabila menonton televisi tersebut tidak berlebihan, acara yang ditonton sesuai dengan usia, dan bagi anak-anak adanya kontrol/pengawasan dari orang tua. Namun kenyataan yang terjadi, banyak dari anak-anak menonton acara yang seharusnya belum pantas untuk ia saksikan serta kebiasaan menonton televisi telah menjadi kebiasaan yang berlebihan tanpa diikuti dengan sikap yang kreatif, bahkan bisa menyebabkan anak bersikap pasif.
Pengaruh positive Media Elektronik Televisi

 
a.            Menambah Wawasan
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tampak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien. Efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut.

b.           Keakraban dan Pengarahan Keluarga
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya. Karena dalam waktu tertentu Televisi bisa menambah kebersamaan seperti, nonton bola bersama atau sekedar nonton siaran berita bersama.  
Pengaruh negative Media Elektronik Televisi
a.      Membuat Malas
Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya. Mereka terlalu hanyut dalam acara yang sedang mereka tonton. Mereka akan enggan bahkan melupakan kewajiban yang harusnya mereka lakukan demi melihat acara/film yang mereka sukai.
Parahnya lagi adalah film film yang disukai dan popular bagi anak anak, jam tayangnya adalah jam jam sholat seperti menjelang dan ketika maghrib. Hal ini jelas membuat anak anak menjadi malas untuk sholat dan mengaji. Lebih lebih untuk pergi ke masjid. Kalau tidak ada sikap tegas dari orangtua maka anak akan menjadi lebih malas dan mengutamakan nonton film daripada sholat.

b.     Mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta kepribadiannya.
Selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum waktunya.
Saat ini yang real terjadi adalah terjadinya krisis teladan. Aktor film dan para artis menjadi panutan dan teladan bagi mereka. Padahal tayangan tayangan dan sikap para artis saat ini, kita bisa lihat sangat jauh dari sikap yang pas dan patut diteladani. Mereka cipika cipiki dengan bebasnya, guyonan tanpa batas bahkan saru dan cara berpakaian mereka yang menjijikkan. Norma norma kesopanan sangat jauh dari yang kita harapkan.
Film film animasi yang harusnya untuk anak anak pun banyak mempertontonkan hal hal berbau kekerasan dan kebodohan. Lihat saja Boboiboy dan Naruto yang dominan dalam perkelahian dan permusuhan. SpongeBob, Sound the Sheep dan Bernard lebih menonjolkan tokoh utamanya yang bodoh, lelet, jahil dan bertingkah tidak masuk akal.

c.      Menurunnya minat baca anak-anak terhadap buku
Bagi anak-anak, kebiasaan menonton televisi bisa mengakibatkan menurunnya minat baca anak-anak terhadap buku. Buku dianggap membosankan dan tidak ada hal yang menarik. Padahal Menurut Dr Robert P. Friedland. aktivitas intelektual ( seperti membaca buku) mampu memperkuat organ otak dari serangan berbagai penyakit yang menyerang otak anda seperti Alzheimer atau kepikunan.  Alzheimer merupakan penyakit mudah lupa pada seseorang terkait umur yang juga terus bertambah. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Robert S. Wilson Ph.D., "Menjadikan membaca buku sebagai hobi dari usia anak-anak hingga usia tua, bermanfaat besar untuk kesehatan otak di usia tua nantinya".
Seorang guru bahasa Indonesia disebuah sekolah dasar mengatakan siswa yang sering membaca nilai Bahasa Indonesianya akan lebih tinggi dan dia lebih kritis dan  bahasa yang ia gunakan akan  lebih sopan dan kaya akan kosakata.
Televisi membuat anak malas membaca akan mengakibatkan mereka mudah lupa. Lupa sholat, lupa mengaji, lupa belajar dan lupa akan tanggungjawabnya.   
Peranan Orang Tua Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1)     Pilih acara yang sesuai dengan usia anak.
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya seperti D’Academy, KDI dan Dahsyat dan acara acara reality show yang banyak mengumbar guyonan yang tidak pas.

2)     Dampingi anak menonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol dan orangtua bisa memperhatikan apakah acara tersebut masih layak atau tidak untuk di tonton. Selain itu kedekatan anak juga akan lebih kita rasakan sehingga mereka lebih hormat dan segan terhadap orangtua.

3)     Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
Dengan menyimpan TV diruang tengah, akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya.

4)     Tanyakan acara favorit mereka dan bantu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif

5)     Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain.

6)     Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
7)     Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai mengganti menonton TV
            Anak adalah aset kita yang paling besar,sekarang tinggal bagaimana kita sebagai orang tua untuk menyikapinya. Semoga anak anak kita menjadi anak yang cerdas, sholeh dan unggul. Amien.
Sumber:
1.      Dheanada Chairunnisa Pradita 478.blogspot.com/2012/11/dampak media elektronik terhadap pendidikan anak
2.      Hendro- susanto- fisip 12.web.Unair.ac.id/artikel
3.      Health.kompas.com/.../10Alasan anak perlu lepas dari gadget

channel kita