Outing Class di Pabrik Karet Jelok Salatiga

Metode Pembelajaran secara langsung dari teori teori yang dipelajari dikelas.

Congratulation for the Winners

Juara Juara dari berbagai cabang lomba baik tingkat kecamatan dan Kabupaten.

KEMNAS KE 3 NASIONAL MALANG

Kemah Nasional yang diselenggarakan di Malang.

WISUDA UMMI

Metode Pembelajaran Alquran dengan tajwid benar dan fasih menggunakan metode UMMI

Pelatihan Guru bersama KPI Surabaya

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas guru dalam mengajar dan mengelola kelas.

Jumat, 16 Juni 2017

*Sembako dan Pakain Ludes diserbu Warga*

Rabu, 14 Juni 2017 Hari terakhir masuk pada bulan Ramadhan tahun ini siswa siswi SDIT Nurul Islam menggelar pasar murah di Desa Gading, Susukan Kecamatan Tengaran. Acara terlaksana  bekerja sama dengan MI Nurul Ulum Gading dengan dibantu para warga setempat yang notabene mata pencaharian mereka adalah Petani.

Pada acara yang dihadiri anggota DPRD Kab Semarang Jauhari Mahmud ini disediakan 200 paket sembako murah berisi Beras, Minyak, Gula dan Mie Instan. Warga yang telah mendapatkan kupon hanya cukup membayar sejumlah Rp 20.000,00 saja. Selain itu juga diramaikan dengan Pasar 3P alias Pasar Pakaian Pantas Pakai.

Tidak butuh waktu lama, sembako langsung ludes dalam sekejab dan terdistribusikan dengan tertib. Begitu juga distand pakaian pantas pakai, warga berbondong bondong membelinya dengan harga spektakuler yaitu dari harga 500 sampai 5000 saja

Dengan mengikutsertakan beberapa siswa kelas 5 ini acara berlangsung lancar dan tertib. Anak anak diajak berpartisipasi dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada mereka tentang kewirausahaan. Selain itu juga agar mereka belajar menghargai saudara saudara kita yang tidak mampu.

Masfurwadi selaku kepala dusun setempat menyampaikan terimakasih yang sebanyak banyaknya kepada pihak SDIT Nurul Islam yang telah memberikan bantuan melalui kegiatan semacam ini. "Kami sangat senang dan merasa terbantukan apalagi adanya sembako murah menjelang lebaran kali ini. Semoga anak anak menjadi lebih berprestasi dan sholih sholihah" ujarnya di sela sela kegiatan tersebut.

Kamis, 01 Juni 2017

Upacara Lahirnya Pancasila

Keputusan Presiden menetapkan hari lahir Pancasila, 1 Juni, sebagai hari libur nasional telah melalui pertimbangan yang matang.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo, di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6/2016).

"Ini sebuah perjalanan panjang yang sudah melalui pertimbangan, kajian mendalam," ujar Jokowi.

"Intinya adalah karena Pancasila itu sebagai ideologi negara, posisinya tertinggi dalam sebuah negara sehingga kami putuskan 1 Juni ditetapkan kemudian diliburkan, juga diperingati sebagai hari lahir Pancasila," lanjut dia.

Namun walaupun itu libur nasional SDIT Nurul Islam Tengaran tetap memasukkan siswa siswinya untuk melaksanakan upacara bendera.

Bertepatan dengan puasa ramadhan ke 6 itu seluruh siswa siswi mengikuti upacara dengan pembina yaitu Fajar Farianto, S.Pd SD. Beliau berpesan bahwa kita sebagai muslim yang baik harus menjaga dan mengamalkan nilai nilai pancasila yang sejalan dengan Alquran

Kamis, 20 April 2017

Ngaji Bareng Rutin

NGAJI BARENG SDIT Tetesaan airmataku berlinang dikelopak mataku. Semangat dan kemauan mereka begitu kuat. Tanggung jawab mereka mencari nafkah keluarga tidaklah menyurutkan semangat mereka belajar Alqur’an. Yah...Bapak dan Ibu semua, Adik Adik semua dan Pembaca GENIUS semua..itulah yang kurasakan ketika menyaksikan program NGAJI BARENG SDIT. program NGAJI BARENG SDIT ini diselenggarakan setiap hari Sabtu Pagi oleh team PAI dan para guru BTAQ yang bertujuan membantu para orangtua siswa untuk belajar Alqur’an. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain” Kita sebagai orangtua terkadang menginginkan anak anak kita untuk pandai membaca Alqur’an tetapi kita sendiri sebagai orangtua kesulitan dalam mengajari mereka. Kita sebagai orangtua berdalih “ Bapak/Ibu tidak bisa mengaji, kamu mengajilah....”, “ Kamu harus pintar membaca Alqur’an, jangan seperti Bapak/Ibu..” Kalimat kalimat seperti itu, mulai sekarang harus kita ubah. Dengan cara bagaimana?? Kita sebagai orangtua harus menyempatkan diri juga untuk belajar Alqur’an. Tidak ada kata terlambat untuk kita dalam belajar. Sangat banyak media, acara televisi dan pengajian pegajian dimasyarakat untuk membantu belajar alqur’an. Kalaupun kita terlalu repot, masih banyak orang orang yang melonggarkan waktunya untuk privat alqur’an dirumah. Begitu juga SDIT NURIS? Sekolah yang menjadikan sahabat anak anak kita dan juga partner para walimurid dalam mencetak generasi Sholih, telah menjalankan sebuah progam yang efektif untuk orangtua dalam belajar alqur’an. program NGAJI BARENG SDIT ini diselenggarakan setiap hari Sabtu Pagi oleh team PAI dan para guru BTAQ yang bertujuan membantu para orangtua siswa untuk belajar Alqur’an. Program ini diselenggarakan di masjid Sabilul Khoirot, tidak jauh dari SDIT Nuris. Mereka para orangtua yang memiliki waktu longgar sambil menunggu anak anaknya pulang, belajar Alqur’an bersama. Metode yang digunakan adalah metode warisan dari Bapak kita, mbah Kiyai Zaenal Mahmud yaitu metode Sorogan. Metode ini dianggap sangat baik karena selain komunikatif tapi juga efektif untk bisa membaca Alqur’an, khususnya dewasa dan orangtua. Semangat dan kemauan SDIT Nuris dalam bekerja sama dengan orantua dalam Mencetak Generasi Unggul Cerdas dan Sholih dibuktikan dengan program ini. Monggo Sesarengan Sinau Alqur’an.